Saya Arif, tinggal di Jogja, tepatnya di Bantul. Ini kisah lama pas gw masih SMA kira-kira tahun 1995.
Desa kami sangat pelosok, ujung Timur Bantul. Penerangan disana belum se-heboh sekarang, listrik "dimatikan" kalau udah jam 8 malam (sehabis Isya), gantinya ya lampu senthir dan diyan (sejenis bom molotov kalau sekarang).
Seperti biasa, bapak saya jam 2-3 bangun buat solat tahajud. Tumben
No comments:
Post a Comment